~ Jika saja bukan
kalian, aku tak tahu akan seperti apa hidupku jadinya. Berada diantara kalian
adalah keberuntungan terbesar dalam hidupku. Bagaimana tidak? Tuhan
menitipkanku pada Mahakarya
terbaiknya. Ayah dan Ibu ~

Bagiku tidak ada yang kebetulan di
dunia ini. Sejauh yang aku tahu segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah
takdir yang telah direncanakan Tuhan. Kehadiran seseorang tidak didatangkan
secara cuma-cuma melainkan dengan maksud tertentu. Termasuk kehadiranku
diantara kalian, Ayah dan Ibu.
Aku merasa sangat beruntung dilahirkan
dari rahim seorang wanita kuat yang tak pernah mengerti arti kata lelah. Aku
selalu merasa beruntung memiliki Ayah selayaknya sosok pahlawan yang siap sedia
akan berdiri dengan kokoh tak
tertandingi hanya untuk melindungiku. Cinta dan kasih sayang yang kuterima adalah
anugerah terindah yang pernah kumiliki. Anugerah yang selalu ku dapat tanpa
pernah ku minta.
Entah sudah berapa waktu yang kalian
sia-sia-kan hanya untuk merawatku. Entah sudah sebesar apa pengorbanan yang
kalian relakan hanya untuk kebahagianku. Entah sudah berapa banyak keringat
yang mengalir dari tubuh kalian hanya untuk kehidupanku. Entah sudah sebesar
apa cinta dan kasih sayang yang kalian berikan hanya untuk menjagaku. Rasanya
aku tak akan pernah mampu menghitungnya apalagi membalasnya.
Jika pengorbanan bisa digantikan
dengan kata terima kasih. Jika luka dan lelah bisa dibalas dengan kata maaf.
Maka aku akan mengucapkannya, sebanyak yang aku bisa. Terus menerus sampai aku
kehilangan nafas dan kalian bosan mendengarkannya. Namun aku tahu, apapun itu,
tak akan pernah ada yang mampu membalas segala jasa-jasa yang telah kalian
lakukan, hanya untukku.
Meski kalian tak mengatakannya,
namun aku tahu aku-lah orang ketiga di hubungan kalian, menjadi salah satu
penyebab pertengkaran diantara Ayah dan Ibu. Meski kalian menyangkalnya, namun
aku tahu ada mimpi-mimpi yang sempat hancur karena kehadiranku. Meski kalian
hanya diam, namun aku tahu aku-lah penyebab kerutan diwajah putih itu, aku-lah
penyebab kalian terlalu cepat menua. Ya, meskipun kalian mengatakan tidak,
namun aku tahu akulah orang yang telah merenggut hal-hal indah itu dari kalian.
Walau aku-pun percaya diri kebahagiaan yang tercipta karena kehadiranku cukup
dapat menggantikan kehilangan yang kalian terima. Setimpal? Tentu tidak. Hey,
aku telah merenggut masa muda kalian, mustahil bagiku untuk memperbaikinya
apalagi mengembalikannya. Tapi tenang saja aku telah menyiapkan sebuah Mahakarya yang kunamakan Lukisan Masa
Tua hanya untuk kalian, Ayah dan Ibu.
Saat ini aku tak dapat melakukan
apa-apa selain menjadi anak yang berbakti dengn menuruti setiap perkataan kalian.
Namun kelak saat aku sudah dewasa dan menjadi orang yang sukses maka aku akan
mencoba membalas segalanya, meski tak akan pernah cukup. Namun aku akan
berusaha melakukan yang terbaik untuk kalian.
Saat Ayah dan Ibu sudah semakin tua
dan tak sekuat sekarang maka jangan lakukan apapun, cukup diam dalam rumah
sejuta kenangan milik kalian yang sekarang kita tempati. Aku akan memperbaiki
bagian yang rusak dan membiarkan kalian tinggal dengan nyaman disana karena aku
tahu Ayah dan Ibu tak akan mau ikut denganku. Meski aku mungkin akan sibuk
dengan keluargaku nanti, namun percayalah kalian akan tetap menjadi bagian dari
prioritas utamaku. Jadi jangan pernah sungkan. Seperti yang kalian lakukan aku
akan berusaha memberikan cinta dan kasih sayangku untuk kalian, aku akan sering
mengunjungi kalian sambil membawa anak-anak-ku yang kelak akan megambil alih
cinta Ayah dan Ibu dariku. Aku akan berusaha memenuhi kebutuhan kalian seperti
kalian yang telah dengan susah payah memenuhi kebutuhanku. Aku akan berusaha
mewujudkan mimpi Ayah dan Ibu untuk datang ke tempat suci yakni Ka’bah. Aku
akan merawat Ayah dan Ibu dengan sabar sebagaimana kalian merawatku.
Intinya aku akan berusaha memenuhi segala keinginan kalian, menciptakan
masa tua yang indah hanya untuk hidup Ayah dan Ibu. Meskipun tak akan pernah
cukup untuk membalas apa yang telah Ayah dan Ibu berikan, namun melihat Ayah
dan Ibu tinggal dengan tenang dan penuh kebahagiaan dimasa tua kelak adalah hal
terindah yang selalu kunantikan.
#30DWC Jilid 4 Hari ke 28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar