Jumat, 09 Desember 2016

Seharusnya Aku Baik-Baik Saja



Seharusnya Aku Baik-Baik Saja

            Dahulu sebelum hari ini pun, aku baik-baik saja tanpa dirimu. Aku terbiasa hidup dengan kesendirianku, aku terbiasa berjalan tanpa ada seseorang di sampingku, aku terbiasa menyimpan keluh kesahku sendiri. Tapi kenapa sekarang semuanya menjadi begini?
            Semenjak kau mendadak masuk ke dalam hidupku, semenjak kau tiba-tiba saja mulai mengisi hari-hariku. Entahlah aku dengan mudahnya dibuat tertawa oleh hal-hal kecil yang kau lakukan. Aku dibuat rindu hanya karena tak bertemu denganmu beberapa waktu. Kau menawarkan sejuta harapan di hidupku yang sepi. Tanpa pernah ku sadari aku sudah dibuat jatuh pada cinta yang entah bagaimana mulai ku berikan padamu.
            Kita mulai bersama, menghabiskan waktu tanpa tahu batas. Saling berbagi memberikan bahu satu sama lain. Menjadi tempat ternyaman untuk di jadikan rumah saat lelah mulai mendera. Kita, kau dan aku menjadi teramat dekat. Saling membutuhkan, saling merindu dan saling mencinta. Semuanya terasa indah pada waktu itu yang ku pikir akan bertahan lama bahkan abadi.
            Namun nyatanya semuanya tak semudah itu, semuanya seperti hubungan pada umumnya manis di awal sebelum akhirnya menciptakan pahir untuk akhir yang tragis. Semakin lama semuanya semakin tak sama, Sikapmu perlahan-lahan mulai berubah. Kau menjauh tanpa ku sadari. Kau menjadi sulit untuk sekedar dihubungan, kau menjadi sibuk sampai tak sempat untuk sekedar menghubungiku. Kau bahkan sempat menghilang tanpa pernah memberikan alasan yang jelas. Sementara aku? Aku dibuatmu khawatir, aku memikirkan bagaimana keadaanmu, aku memikirkan apa yang terjadi padamu, yang jelas aku amat sangat mengkhawatirkanmu.
            Sayangnya kekhawatiranku tak beralasan, aku hanya terlalu mencinta sampai merasa seperti itu. Sementara kau sedang baik-baik saja, kau hanya sudah tak seperti dulu lagi. Entah bagaimana yang ku tahu kau sudah tak mencintaku seperti dulu lagi.
            Kau pergi semakin jauh, semakin tak terjangkau, sampai aku tak mampu lagi untuk menggapaimu. Sejak saat itu ku akui aku telah kehilanganmu.
            Hidupku yang sudah terbiasa denganmu perlahan menjadi tak biasa lagi. Aku kembali sendiri, aku kembali menyimpan rasaku dalam hati, aku tak memiliki tempat untuk berbagi, aku kembali seperti dulu seperti saat aku belum bertemu denganmu. Semuanya sama seperti dulu, yang berubah hanyalah aku tak dapat menjalani hidupku dengan baik-baik saja tanpa dirimu. Tidak seharusnya.
            Aku merasa kesepian, aku didera rindu, disakiti luka dan selalu ingin menangisinya. Hidupku perlahan-lahan memudar sampai akhirnya menghitam. Aku tidak tahu kapan jelasnya yang pasti aku seakan mati dalam hidupku sendiri. Aku benci. Aku benci seperti ini. Aku benci diriku yang tak bisa kembali seperti dulu.
            Seharusnya aku baik-baik saja tanpamu. Seharusnya aku baik-baik saja meski harus sendiri. Seharusnya aku baik-baik saja meski kesepian. Seharusnya aku baik-baik saja dalam hidupku dengan ataupun tanpa dirimu. Karena dulu sebelum kau hadir dan mengusik hidupku, menemaniku, membuatku tertawa, memberi bahagia, menawarkan harapan kenyamanan, aku baik-baik saja. Karena memang seharusnya dengan ataupun tanpa dirimu aku baik-baik saja. Namun sayangnya semuanya tak lagi sama, kini hal itu hanya bisa menjadi seharusnya.

09 Desember 2016
#30DWC Jilid 3 hari ke 9

Kamis, 08 Desember 2016

Hubungan Film "SNOWDEN" dan Sistem Informasi Manajemen



Snowden adalah film thriller biografi politik Amerika Serikat tahun 2016. Film ini menceritakan tentang seorang agen CIA yang bernama Edward Joseph Snowden atau yang biasa di panggil dengan nama Snowden yang merupakan kontraktor untuk NSA dan berkonsultasi langsung dengan CIA yang berusia 29 tahun. Selama 9 tahun terakhir, dia menekuni dalam bidang intelejen, dia juga merupakan seorang teknisi IT juga penasehat senior untuk CIA.
            Jika harus dihubungkan dengan Sistem Informasi Manajemen, maka jelas film ini memiliki banyak sekali kaitannya, karena selama durasi 2 jam lebih film ini hampir menceritakan tentang bagaimana Snowden bekerja menjadi agen CIA yang membuat program-program sistem yang berkaitan dengan data kenegaraan yang amat rahasia. Dari film ini juga kita dapat mengetahui bahwa data dan informasi adalah hal sangat penting, dan karena semakin canggih dan modernnya internet maupun sistem informasi saat ini semua hal yang sebenarnya merupakan privasi dapat diketahui dengan mudahnya.
            Film ini bermula dari pertemuan Ed Snowden dengan 3 orang kolumnis The Guardian di sebuah hotel mewah di Hongkong. Di sanalah Ed membocorkan rahasia pemerintah US yang dipegangnya selama ini dalam pekerjaannya. Saat di hotel sempat ada cuplikan dimana handphone dimasukan ke dalam icrowave hal ini dilakukan untuk memblokir sinyal UHF sendiri merupakan Frekuensi Ultra Tinggi (gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 300 MHz-3 GHz (3.000 MHz), dan pada microwave mempunyai gelombang energy sangat besar sehingga dapat memblokir sinyal UHF. Alur film ini sendiri maju munduru sehingga menceritakan awal mula perjalanan Ed Snowden dari mulai masuk CIA hingga membocorkan rahasianya.
            Snowden sempat menggunakan program geekmate.com merupakan sosial media untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Saat melakukan wawancara untuk menjadi agen CIA seorang penguji menggunakan Lie Detector. Selain itu menurut Snowden internet adalah sebuah teknologi yang mempunyai kekuatan yang bisa menolong orang di seluruh dunia untuk saling mengerti.
            Dalam film ini juga saya menjadi mengetahui tentang program-program, alat dan teknologi, serta saluran yang berhubungan dengan Sistem Informasi Manajemen seperti  Enigma dan Sigaba yang merupakan mesin enkripsi yang tidak akan pernah rusak, “The Hot Line”  yang merupakan saluran pertama antara Washington dan Moscow yang mungkin untuk mencegah perang dunia ke III, “Cray I” yang merupakan super komputer pertama di dunia yang mempunyai processor seperti ponsel, selain itu melalui IP Komputer dapat melacak lokasi Selain itu sistem juga bisa dalam melakukan penyedapan terhadap telepon atau ponsel. Ancaman besar jangka pendek untuk Amerika Serikat tak lain adalah masalah terorisme, namun dikatakan bahwa ancaman besar selain itu adalah dalam bentuk SQL Injection dan Maleware dari Cina, Rusia, Iran. Kemudian di film tersebut dikenalkan mengenai program Xkeyscore yang merupakan program pencarian semacam search google engine, keunggulan dari program tersebut adalah apa yang orang tersebut posting dipublik kita juga dapat menyadap apa yang mereka sembunyikan baik dari email, chat, sms, telepon, dll. Snowden pernah melakukan peretasan pada website SDM untuk menemukan celah keamanan pada website tersebut dan memberitahu bahwa website tersebut bisa saja diretas oleh siapapun melalui celah tersebut. Selain itu hacker CIA dapat melakukan peretasan melalui Webcam meskipun komputer dalam keadaan mati. Adapula yang dinamakan Program SIGNINT dari XKeyscore yang berfungsi untuk melacak informasi, identitas, maupun kelemahan seseorang, bisa juga melalui akun Facebook bisa mengetahui data personal dan chatting personal yang dilakukan oleh seseorang.
Snowden membuat sebuah program aplikasi yang bernama Epic Shelter yang merupakan program back up system, jika ada terror maka program ini akan mengembalikan data data yang hilang dari server. Sempat juga diceritakan tentang NSA yang menyelundupkan program kecil yang disusupkan ke jaringan PLN, Dam, RS jadi jika pihak Jepang tidak menjadi sekutu maka Jepang mudah dimatikan. Selain Jepang, mereka juga menyusupkan malware di Mexico, Jepang, Brazil, Australia, dll. Bukan hanya terror bom, perusahaan, negara, bahkan tiap personal pun dilacak informasinya dicari titik kelemahannya dan data data tersebut disimpan di database yang merekam dan memonitoring informasi yang diperoleh dari pengumpulan analisis sinyal elektronik komunikasi target.
Jadi dari film ini kita dapat mengetahui betapa pentingnya data dan informasi entah itu bagi negara, kelompok bahkan indiidu. Sesuatu yang menurut kita tidak penting bisa saja dimanfaatkan oleh pihak lain yang mengerti tentang sistem, dan di zaman modern yang semakin canggih saat ini segala sesuatu menjadi tidak memiliki privasi karena dapat dengan mudahnya di akses oleh pihak-pihak yang mengerti dengan benar mengenai sistem.

08 Desember 2016
#30DWC Jilid 3 hari ke-8

Rabu, 07 Desember 2016

Maaf dan Seharusnya



Maaf dan Seharusnya


            Aku tidak tahu sejak kapan semua ini berawal.. Mungkin sejak kau hadir di dalam mimpiku, atau sejak namaku yang entah dengan maksud apa kau tulis di dalam buku catatanmu dengan tanda cinta, atau karena suara indahmu atau bahkan karena ejekan mereka akan kedekatan kita? Entahlah aku sendiri bahkan tak menyadarinya.
            Namun sialnya aku tak nyaman dengan ejekan itu dan kau hanya diam entah apa maksudmu kau tak pernah mau untuk sekedar menjelaskan bahwa kita hanya bersahabat, berteman, ah teman, apakah saat ini kita pantas di sebut teman? Kita bahkan tak pernah lagi saling menyapa.
            Waktu itu aku bingung antara harus menikmatinya atau menghindar, namun yang ku rasa semakin lama semuanya semakin jauh, jarak itu terbentuk dengan sendirinya, dan setelah kuperhatikan kesalahan terbesar ada padaku, akulah yang entah bagaimana bergerak menjauh darimu, saat itu aku benar-benar takut pertemananku denganmu rusak hanya karena rasa egoisku semata.
            Saat itu tak ada lagi lagumu untuk menghiasi hariku, tak ada lagi rasa kesal karena kejahilan yang kau ciptakan, tak ada lagi sapaan-sapaan menyebalkan yang membuat pagiku merasa hidup, tak ada, tak ada lagi partner yang bisa ku ajak untuk membuat kekonyolan di setiap perkumpulan kita bersama mereka, tak ada lagi kita, kita seakan berada di dunia yang berbeda, aku dengan duniaku dan kau dengan duniamu.
            Teringat saat kau bilang tak akan ada yang berubah aku ataupun dirimu sebelum ku tahu berapa banyak kehilanganku… Ya dan mereka benar setelah merasakan kehilangan barulah aku merasakan betapa berartinya dirimu untukku.. Sekuat apapun aku menghindar aku malah terlibat dengan perasaanku sendiri.. Tanpa sadar aku mulai sering mencarimu saat kau tak ada di sekitarku dan malah menjauh saat kau berjalan mendekat, aku mulai menyukai menatap matamu dari jarak yang ‘cukup;, aku diam-diam mulai memperhatikan segala tingkahmu tanpa berani untuk menyapa, dan lucunya aku akan merasa bahagia melihatmu bahagia dan merasa terluka saat kau terluka.. dan kau menjadi orang pertama ku ingat saat aku merasa senang atau pun sedih.
            Hal yang paling ku benci waktu itu adalah saat ada dia yang mulai masuk dalam kehidupanmu, dia yang tanpa sadar telah membuatku uring-uringan tak jelas karena dekat denganmu, dia yang membuatku selalu merasa iri karena tak bisa dekat lagi denganmu… dan dia yang membuat aku merasa terancam bahwa posisiku untukmu telah digantikan olehnya… dan mereka? Apa yang mereka lakukan? Mereka yang mengejek kita yang memulai semuanya seakan mendukungmu untuk bersamanya, lalu bagaimana denganku? Tak sadar kah mereka bahwa aku… ya, aku cemburu, dan aku tidak tahu bahwa itu cukup untuk menggambarkan perasaan cintaku padamu… Ya kuakui aku mencintaimu.
            Namun sayangnya waktu semakin berjalan dengan cepat dan tak terasa sebentar lagi kita akan dipertemukan dengan kata perpisahan, namun sampai saat itu tak ada satupun langkah yang bisa ku tempuh untuk memperbaiki segalanya, aku masih saja takut untuk sekedar berhadapan denganmu dan entah sejak kapan aku mulai menjadi pengagum rahasiamu, Mr. Perfect.
            Satu hal yang perlu kau tahu meskipun sampai saat ini aku tidak pernah lagi bisa menjangkau dirimu, aku akan berada dibelakangmu bersama orang-orang yang senantiasa mempercayaimu dan memberikan dukunganku untukmu… Cintaku mungkin tidak akan artinya dibandingkan cinta yang saat ini kau dapatkan dari orang-orang disekitarmu, maaf.
            Seharusnya aku tidak menyimpan kata-kata aku mencintaimu dan mengatakanya lebih dari itu, seharusnya aku tidak menghindarimu dan menikmati semuanya berjalan tanpa jarak, seharusnya aku memperbaiki segalanya dengan kata aku merindukanmu… seharusnya aku sudah denganmu… Entah harus berapa banyak kata seharusnya lagi yang kuucap yang jelas aku mencintaimu dan aku menyesal telah menghindar darimu dan membuat semuanya semakin jauh… Seandainya waktu bisa terulang aku tidak akan pernah menghindarinya aku akan menikmatinya dan mengatakan bahwa aku mencintaimu karena bagaimana pun mencintai dengan diam-diam benar-benar menyakitkan.

Ini hanya kisah lama kutulis kembali.
 
07 Desember 2016

#30DWC Jilid 3 hari ke 7

Selasa, 06 Desember 2016

Dilan 2016: Gara-Gara Dilan

Dilan 2016: Gara-gara Dilan


Tau novel Dilan? Iyah novel hits yang karya-nya Ayah Pidi Baiq itu loh. Mulai dari Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990, Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991, sampai dengan Milea: Suara dari Dilan. Novel ini bisa banget bikin tokoh bernama Dilan mendadak menjadi cowok idaman kaum hawa Tapi pernah terpikirkan enggak sih, di tahun 2016 ini entah di Indonesia bagian mana, atau bahkan bisa saja di kota Bandung ada cowok bernama Dilan versi kekinian. Cowok yang mendapatkan dampak yang cukup besar akibat adanya novel Dilan. Cowok yang mendadak disama-samakan atau yang lebih parah di banding-bandingkan dengan sosok Dilan dalam novel. Padahal Dilan yang sekarang sungguh berbeda dengan Dilan tahun 90-an itu. Jika Dilan ala Pidi Baiq tak terlalu ganteng, lain halnya dengan Dilan sekarang yang kelewat ganteng yang sayangnya tidak se-romantis dan se-nakal Dilan.
Cerita ini hanya fiksi tentang Dilan tahun 2016 yang mendadak datang ke pikiranku karena terinspirasi oleh sosok Dilan yang menjadi idaman semua perempuan, termasuk aku. Dengan ini kukatakan inilah Dilan-ku. Aku bukan Milea tapi…Dia adalah Dilanku Tahun 2016.

***
“Dilan…” gadis bertubuh mungil itu berteriak-teriak memanggil sosok cowok bertubuh jangkung yang sedang berjalan tak jauh dihadapannya, namun sialnya tak kunjung menghentikan langkahnya sekalipun terus di panggil. Entah karena telinganya yang sedang menderita gangguan atau karena memang dia sengaja mengacuhkan. Sepertinya hipotesis yang kedua lebih bisa di terima karena lihat saja tampang malasnya saat melihat cewek mungil itu berhasil menyusul dan menghadang jalannya. “Dilan ish, lo budeg ya?” tanya cewek itu dengan kesal, siapa yang enggak kesal coba dia lari-lari sambil neriakin nama Dilan dari gerbang sekolah sana, bener-bener olahraga pagi.
Tidak menjawab. Dilan memilih untuk terdiam, menyandarkan tubuhnya pada pilar dan mengalihkan pandangannya dengan malas dari cewek di hadapannya. Cowok itu lebih memilih untuk menatap lapangan yang pagi itu masih tampak kosong.
“Ish lo beneran budeg ya? Seriusan? Atau lo juga gagu, aish Dilan!” cewek bernama Kania itu menggerutu hampir putus asa karena tak kunjung mendapatkan respon dari Dilan. Benar-benar menyebalkan. Gadis itupun menghembuskan nafasnya pelan sebelum akhirnya berucap, “Kaisar lo enggak beneran budeg-kan?” tanyanya penuh penekanan saat menyebutkan nama Kaisar, sebuah dengusan langsung keluar dari mulutnya saat melihat senyuman manis terbit di wajah cowok yang sejak tadi di kejarnya itu.
“Gue enggak budeg apalagi gagu, gue cuma Kaisar bukan Dilan, jadi don’t call me Dilan again, okey?” ucapnya sambil menatap Kania lekat.
Shit! Kania mengumpat dalam hatinya. Dasar Dilan! Eh dasar Kaisar! Dasar Kaisar Dilano, apa salahnya dengan nama Dilan? Toh gara-gara novel Dilan yang sekarang sedang popular, sekarang nama panggilannya yang dulunya Kaisar beralih menjadi Dilan. Jadi dia tidak salahkan? Toh dia hanya mengikuti apa yang sedang terjadi.
***
Baru spoiler hihi

#30DWC Jilid 3 hari ke 6

Senin, 05 Desember 2016

Pluviophile: Kamu yang Mencintai Hujan


Hasil gambar untuk pluviophile

Pluviophile:Kamu yang Mencintai Hujan

            Pluviophile, ada yang pernah denger kata itu? Mungkin untuk yang baru pertama kali denger kata ini terdengar aneh ya, semacam kaya berhubungan dengan penyakit kejiwaan yang menyeramkan, tapi eits jangan salah Pluviophile sama sekali enggak ada sangkut pautnya yah dengan pedofil. Sama sekali enggak ada. Makanya jangan sampe salah baca kan bisa bikin salah paham, padahal Pluviophile sama sekali enggak seaneh dan semenyeramkan itu.
            Jadi setelah kemarin tahu kalau aroma yang turun saat hujan punya nama Petrichor, ternyata ada istilah lain juga loh tentang hujan. Yups, Pluviophile alias si pecinta hujan. Mungkin kamu-kamu yang suka sama petrichor bisa di sebut seorang Pluviophile. Pluviophile sendiri artinya A Lover of Rain: someone who finds joy and piece of mind during rainy days. Jadi Pluviophile itu pecinta hujan seseorang yang menemukan kedamaian dan ketenangan batin saat hujan turun. Sederhananya sih kamu-kamu yang seneng dan ngerasa nyaman waktu hujan turun, like kodok atau kecebong ya hihi.
            Di penghujung tahun seperti ini tuh, sudah enggak heran kalau hujan seringkali turun membasahi bumu, dan ya, buat aku itu cukup menyenangkan. Entah aku bisa disebut Pluviophile atau enggak tapi yang jelas aku suka hujan. Entahlah, buat aku kadangkala hujan itu kaya waktunya buat Me Time. Waktunya buat berlama-lama bergelung di selimut. Haha. Itu salah satunya sih karena padahal banyak banget loh me time yang bisa dilakuin pas hujan turun. Misalnya cuma duduk depan jendela natapin hujan sambil dengan iseng ngitungin rintikannya yang sama sekali enggak terhitung lebih tepatnya sih enggak ada kerjaan, atau bisa juga duduk di depan jendela ditemani laptop, musik-musik mellow, dan segelas coklat hangat dikala hujan, percaya deh hal itu bisa banget nimbulin banyak inspirasi dan bikin jari-jari mulai menari diatas keyboard, karena sadar enggak sadar hujan tuh bisa banget bikin yang namanya flashback. Uh, kadang yang ini menyebalkan sih, karena demi apa kenangan-kenangan seringkali menguap di pikiran gitu aja waktu hujan. Enak sih kalau kenangan manis, tapi kenangan buruknya itu loh yang bikin enggak enak, atau kenangan manis bareng sang mantan. Hoho bisa-bisa di bikin gagal move on ya cuma gara-gara hujan. And then kalau pun emang lagi males buat nulis, laptop bisa di ganti dengan sebuah novel romance yang pas banget tuh kalau di baca pas hujan, entahlah suasananya mendukung aja gitu. Selain itu lebih menyenangkan lagi kalau ditemani sama semangkok baso atau mie ayam, atau bahkan segelas teh manis dan pisang goreng, yakin deh hujan makin tambah menyenangkan. Hal lain lagi nih yang biasa aku lakuin pas hujan itu nonton drama Korea yang buat pecinta drakor tahu sendirilah gimana romantisnya drama-drama Korea, btw kalau hujannya disertai gludug dan petir yang menyambar-nyambar mendingan gak usah lah yah, masih sayang laptop atau TV-nya kan, atau jangan-jangan masih sayang doi? Wkwk. Selain itu me time waktu hujan juga bisa aja cuma dinikmati dengan ngehayal-hayalin hal-hal manis tentang kehidupan kita, tentang pasangan hidup kelak dan hal manis lainnya, yang kalau kata sepupu-ku yang nyebelin sih namanya ngayal-ngayal babu. Hufft! Tapi serius deh, hujan waktu yang enak banget buat ngayal iyah enggak sih?
            Selain buat me time, aku sendiri suka hujan karena ya hujan bikin sensasi sendiri. Entah karena petrichor yang aromanya amat menenangkan dan bikin damai, yang sayangnya enggak ada tuh parfum yang kaya petrichor, seandainya aja ada bisa banget bikin suasana nyaman sepanjang masa. Terus rintikan hujan yang seirama, dengerin deh itu tuh kayak musik alami ciptaan Tuhan yang enggak kalah dari musik-musik mellow yang ada di playlistmu, bisa banget kok buat jadi soundtrack dari acara ngayal-ngayal babumu. Hihi. Bukan cuma itu hawa dingin yang ditimbulin hujan bisa banget bikin kita mager ngapa-ngapain, apalagi nih kalau hujannya udah awet dari pagi sampe sore atau bahkan malem, pengennya tuh cuma dirumah pake jaket atau selimut yang tebel. Kemudian, terserah mau percaya atau enggak tapi berdiri di bawah rintikan hujan secara langsung tanpa payung juga amat menyenangkan loh, rasanya itu dingin-dingin adem gimana gitu loh. Asyik deh meskipun ya harus rela baju kebasahan, tapi serius loh itu menyenangkan bisa bikin kita berasa kayak anak kecil lagi. Haha. Meskipun aku sendiri enggak se-freak itu yah yang sampe rela-relain main hujan-hujanan pas hujan turun, enggak kok seriusan, kecuali emang kalau udah kepalang basah kehujanan yah mending sekalian, toh ujung-ujungnya basah dan harus mandi juga kan? And then, berdiri di luar teras rumah atau di halte sambil nunggu hujan reda pun udah cukup kok bikin senang, di tambah dengan sesekali ulurin telapak tangan kita kena hujan, makin kerasa deh sensasinya.
            Ya, dibalik segala hal-hal menyenangkan yang bisa dilakuin pas hujan, ada juga sih efek menyebalkan yang di timbulkannya misalnya kaya macet, atau pas buru-buru hujan tiba-tiba turun, bikin mager sekolah, jalanan becek dan lain sebagainya. Itu emang nyebelin banget, tapi serius deh aku enggak pernah ngumpat atau nyalahin hujan, paling ngeluh-ngeluh dikit doang kok, karena biar bagaimanapun hujan salah satu anugerah dari tuhan yang harus kita syukuri.
             Hujan sendiri seperti punya daya magis tersendiri buat beberapa orang, apalagi buat kalian-kalian yang baperan, alias gampang banget terbawa perasaan. Misalnya, yang tadinya lagi galau gara-gara hujan bisa makin galau, yang lagi banyak pikiran mendadak bisa sedikit tenang pikirannya cuma karena hujan, atau kamu yang lagi bahagia bisa aja makin bahagia saat hujan turun. Ya sesimple itu. Karena entah bagaimana hujan seperti punya daya sesuatu yang bisa banget bikin suasana jadi melankolis.
            Intinya sih terlepas dari apapun itu, bagiku hujan lebih banyak menyenangkannya di bandingkan menyebalkan, dan ya maybe, I’m Pluviophile. Aku menyukai saat hujan turun, aku menanti kedatangannya saat kemarau panjang, aku menikmati setiap sensasi yang ada bersamanya, aku senang mencium aroma petrichor yang menguap karenanya, aku menyukai suara rintikan jatuhnya hujan yang bisa menjadi terapi gratis tersendiri, aku dibuatnya merasakan ketenangan dan kenyamanan, ah pokoknya ada begitu banyak hal yang menyenangkan karena hujan. Satu hal yang pasti, aku amat mencintai hujan karena dialah me time-ku
            Kamu menyukai, memuja, atau bahkan mencintai hujan? Maybe you're Pluviophile. A Lover of Rain: someone who finds joy and piece of mind during rainy days.

05 Desember 2016
#30DWC Jilid 3 Hari ke 5

Review Drama: The Item, Drama Supranatural yang Bikin Mikir Keras!

Anyeonghaseyo yeorobun! Kali ini aku mau ngereview salah satu drama Korea yang baru aja selesai aku tonton. Btw drama ini baru aja tamat mi...