Kamis, 08 Desember 2016

Hubungan Film "SNOWDEN" dan Sistem Informasi Manajemen



Snowden adalah film thriller biografi politik Amerika Serikat tahun 2016. Film ini menceritakan tentang seorang agen CIA yang bernama Edward Joseph Snowden atau yang biasa di panggil dengan nama Snowden yang merupakan kontraktor untuk NSA dan berkonsultasi langsung dengan CIA yang berusia 29 tahun. Selama 9 tahun terakhir, dia menekuni dalam bidang intelejen, dia juga merupakan seorang teknisi IT juga penasehat senior untuk CIA.
            Jika harus dihubungkan dengan Sistem Informasi Manajemen, maka jelas film ini memiliki banyak sekali kaitannya, karena selama durasi 2 jam lebih film ini hampir menceritakan tentang bagaimana Snowden bekerja menjadi agen CIA yang membuat program-program sistem yang berkaitan dengan data kenegaraan yang amat rahasia. Dari film ini juga kita dapat mengetahui bahwa data dan informasi adalah hal sangat penting, dan karena semakin canggih dan modernnya internet maupun sistem informasi saat ini semua hal yang sebenarnya merupakan privasi dapat diketahui dengan mudahnya.
            Film ini bermula dari pertemuan Ed Snowden dengan 3 orang kolumnis The Guardian di sebuah hotel mewah di Hongkong. Di sanalah Ed membocorkan rahasia pemerintah US yang dipegangnya selama ini dalam pekerjaannya. Saat di hotel sempat ada cuplikan dimana handphone dimasukan ke dalam icrowave hal ini dilakukan untuk memblokir sinyal UHF sendiri merupakan Frekuensi Ultra Tinggi (gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 300 MHz-3 GHz (3.000 MHz), dan pada microwave mempunyai gelombang energy sangat besar sehingga dapat memblokir sinyal UHF. Alur film ini sendiri maju munduru sehingga menceritakan awal mula perjalanan Ed Snowden dari mulai masuk CIA hingga membocorkan rahasianya.
            Snowden sempat menggunakan program geekmate.com merupakan sosial media untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Saat melakukan wawancara untuk menjadi agen CIA seorang penguji menggunakan Lie Detector. Selain itu menurut Snowden internet adalah sebuah teknologi yang mempunyai kekuatan yang bisa menolong orang di seluruh dunia untuk saling mengerti.
            Dalam film ini juga saya menjadi mengetahui tentang program-program, alat dan teknologi, serta saluran yang berhubungan dengan Sistem Informasi Manajemen seperti  Enigma dan Sigaba yang merupakan mesin enkripsi yang tidak akan pernah rusak, “The Hot Line”  yang merupakan saluran pertama antara Washington dan Moscow yang mungkin untuk mencegah perang dunia ke III, “Cray I” yang merupakan super komputer pertama di dunia yang mempunyai processor seperti ponsel, selain itu melalui IP Komputer dapat melacak lokasi Selain itu sistem juga bisa dalam melakukan penyedapan terhadap telepon atau ponsel. Ancaman besar jangka pendek untuk Amerika Serikat tak lain adalah masalah terorisme, namun dikatakan bahwa ancaman besar selain itu adalah dalam bentuk SQL Injection dan Maleware dari Cina, Rusia, Iran. Kemudian di film tersebut dikenalkan mengenai program Xkeyscore yang merupakan program pencarian semacam search google engine, keunggulan dari program tersebut adalah apa yang orang tersebut posting dipublik kita juga dapat menyadap apa yang mereka sembunyikan baik dari email, chat, sms, telepon, dll. Snowden pernah melakukan peretasan pada website SDM untuk menemukan celah keamanan pada website tersebut dan memberitahu bahwa website tersebut bisa saja diretas oleh siapapun melalui celah tersebut. Selain itu hacker CIA dapat melakukan peretasan melalui Webcam meskipun komputer dalam keadaan mati. Adapula yang dinamakan Program SIGNINT dari XKeyscore yang berfungsi untuk melacak informasi, identitas, maupun kelemahan seseorang, bisa juga melalui akun Facebook bisa mengetahui data personal dan chatting personal yang dilakukan oleh seseorang.
Snowden membuat sebuah program aplikasi yang bernama Epic Shelter yang merupakan program back up system, jika ada terror maka program ini akan mengembalikan data data yang hilang dari server. Sempat juga diceritakan tentang NSA yang menyelundupkan program kecil yang disusupkan ke jaringan PLN, Dam, RS jadi jika pihak Jepang tidak menjadi sekutu maka Jepang mudah dimatikan. Selain Jepang, mereka juga menyusupkan malware di Mexico, Jepang, Brazil, Australia, dll. Bukan hanya terror bom, perusahaan, negara, bahkan tiap personal pun dilacak informasinya dicari titik kelemahannya dan data data tersebut disimpan di database yang merekam dan memonitoring informasi yang diperoleh dari pengumpulan analisis sinyal elektronik komunikasi target.
Jadi dari film ini kita dapat mengetahui betapa pentingnya data dan informasi entah itu bagi negara, kelompok bahkan indiidu. Sesuatu yang menurut kita tidak penting bisa saja dimanfaatkan oleh pihak lain yang mengerti tentang sistem, dan di zaman modern yang semakin canggih saat ini segala sesuatu menjadi tidak memiliki privasi karena dapat dengan mudahnya di akses oleh pihak-pihak yang mengerti dengan benar mengenai sistem.

08 Desember 2016
#30DWC Jilid 3 hari ke-8

Rabu, 07 Desember 2016

Maaf dan Seharusnya



Maaf dan Seharusnya


            Aku tidak tahu sejak kapan semua ini berawal.. Mungkin sejak kau hadir di dalam mimpiku, atau sejak namaku yang entah dengan maksud apa kau tulis di dalam buku catatanmu dengan tanda cinta, atau karena suara indahmu atau bahkan karena ejekan mereka akan kedekatan kita? Entahlah aku sendiri bahkan tak menyadarinya.
            Namun sialnya aku tak nyaman dengan ejekan itu dan kau hanya diam entah apa maksudmu kau tak pernah mau untuk sekedar menjelaskan bahwa kita hanya bersahabat, berteman, ah teman, apakah saat ini kita pantas di sebut teman? Kita bahkan tak pernah lagi saling menyapa.
            Waktu itu aku bingung antara harus menikmatinya atau menghindar, namun yang ku rasa semakin lama semuanya semakin jauh, jarak itu terbentuk dengan sendirinya, dan setelah kuperhatikan kesalahan terbesar ada padaku, akulah yang entah bagaimana bergerak menjauh darimu, saat itu aku benar-benar takut pertemananku denganmu rusak hanya karena rasa egoisku semata.
            Saat itu tak ada lagi lagumu untuk menghiasi hariku, tak ada lagi rasa kesal karena kejahilan yang kau ciptakan, tak ada lagi sapaan-sapaan menyebalkan yang membuat pagiku merasa hidup, tak ada, tak ada lagi partner yang bisa ku ajak untuk membuat kekonyolan di setiap perkumpulan kita bersama mereka, tak ada lagi kita, kita seakan berada di dunia yang berbeda, aku dengan duniaku dan kau dengan duniamu.
            Teringat saat kau bilang tak akan ada yang berubah aku ataupun dirimu sebelum ku tahu berapa banyak kehilanganku… Ya dan mereka benar setelah merasakan kehilangan barulah aku merasakan betapa berartinya dirimu untukku.. Sekuat apapun aku menghindar aku malah terlibat dengan perasaanku sendiri.. Tanpa sadar aku mulai sering mencarimu saat kau tak ada di sekitarku dan malah menjauh saat kau berjalan mendekat, aku mulai menyukai menatap matamu dari jarak yang ‘cukup;, aku diam-diam mulai memperhatikan segala tingkahmu tanpa berani untuk menyapa, dan lucunya aku akan merasa bahagia melihatmu bahagia dan merasa terluka saat kau terluka.. dan kau menjadi orang pertama ku ingat saat aku merasa senang atau pun sedih.
            Hal yang paling ku benci waktu itu adalah saat ada dia yang mulai masuk dalam kehidupanmu, dia yang tanpa sadar telah membuatku uring-uringan tak jelas karena dekat denganmu, dia yang membuatku selalu merasa iri karena tak bisa dekat lagi denganmu… dan dia yang membuat aku merasa terancam bahwa posisiku untukmu telah digantikan olehnya… dan mereka? Apa yang mereka lakukan? Mereka yang mengejek kita yang memulai semuanya seakan mendukungmu untuk bersamanya, lalu bagaimana denganku? Tak sadar kah mereka bahwa aku… ya, aku cemburu, dan aku tidak tahu bahwa itu cukup untuk menggambarkan perasaan cintaku padamu… Ya kuakui aku mencintaimu.
            Namun sayangnya waktu semakin berjalan dengan cepat dan tak terasa sebentar lagi kita akan dipertemukan dengan kata perpisahan, namun sampai saat itu tak ada satupun langkah yang bisa ku tempuh untuk memperbaiki segalanya, aku masih saja takut untuk sekedar berhadapan denganmu dan entah sejak kapan aku mulai menjadi pengagum rahasiamu, Mr. Perfect.
            Satu hal yang perlu kau tahu meskipun sampai saat ini aku tidak pernah lagi bisa menjangkau dirimu, aku akan berada dibelakangmu bersama orang-orang yang senantiasa mempercayaimu dan memberikan dukunganku untukmu… Cintaku mungkin tidak akan artinya dibandingkan cinta yang saat ini kau dapatkan dari orang-orang disekitarmu, maaf.
            Seharusnya aku tidak menyimpan kata-kata aku mencintaimu dan mengatakanya lebih dari itu, seharusnya aku tidak menghindarimu dan menikmati semuanya berjalan tanpa jarak, seharusnya aku memperbaiki segalanya dengan kata aku merindukanmu… seharusnya aku sudah denganmu… Entah harus berapa banyak kata seharusnya lagi yang kuucap yang jelas aku mencintaimu dan aku menyesal telah menghindar darimu dan membuat semuanya semakin jauh… Seandainya waktu bisa terulang aku tidak akan pernah menghindarinya aku akan menikmatinya dan mengatakan bahwa aku mencintaimu karena bagaimana pun mencintai dengan diam-diam benar-benar menyakitkan.

Ini hanya kisah lama kutulis kembali.
 
07 Desember 2016

#30DWC Jilid 3 hari ke 7

Selasa, 06 Desember 2016

Dilan 2016: Gara-Gara Dilan

Dilan 2016: Gara-gara Dilan


Tau novel Dilan? Iyah novel hits yang karya-nya Ayah Pidi Baiq itu loh. Mulai dari Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990, Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991, sampai dengan Milea: Suara dari Dilan. Novel ini bisa banget bikin tokoh bernama Dilan mendadak menjadi cowok idaman kaum hawa Tapi pernah terpikirkan enggak sih, di tahun 2016 ini entah di Indonesia bagian mana, atau bahkan bisa saja di kota Bandung ada cowok bernama Dilan versi kekinian. Cowok yang mendapatkan dampak yang cukup besar akibat adanya novel Dilan. Cowok yang mendadak disama-samakan atau yang lebih parah di banding-bandingkan dengan sosok Dilan dalam novel. Padahal Dilan yang sekarang sungguh berbeda dengan Dilan tahun 90-an itu. Jika Dilan ala Pidi Baiq tak terlalu ganteng, lain halnya dengan Dilan sekarang yang kelewat ganteng yang sayangnya tidak se-romantis dan se-nakal Dilan.
Cerita ini hanya fiksi tentang Dilan tahun 2016 yang mendadak datang ke pikiranku karena terinspirasi oleh sosok Dilan yang menjadi idaman semua perempuan, termasuk aku. Dengan ini kukatakan inilah Dilan-ku. Aku bukan Milea tapi…Dia adalah Dilanku Tahun 2016.

***
“Dilan…” gadis bertubuh mungil itu berteriak-teriak memanggil sosok cowok bertubuh jangkung yang sedang berjalan tak jauh dihadapannya, namun sialnya tak kunjung menghentikan langkahnya sekalipun terus di panggil. Entah karena telinganya yang sedang menderita gangguan atau karena memang dia sengaja mengacuhkan. Sepertinya hipotesis yang kedua lebih bisa di terima karena lihat saja tampang malasnya saat melihat cewek mungil itu berhasil menyusul dan menghadang jalannya. “Dilan ish, lo budeg ya?” tanya cewek itu dengan kesal, siapa yang enggak kesal coba dia lari-lari sambil neriakin nama Dilan dari gerbang sekolah sana, bener-bener olahraga pagi.
Tidak menjawab. Dilan memilih untuk terdiam, menyandarkan tubuhnya pada pilar dan mengalihkan pandangannya dengan malas dari cewek di hadapannya. Cowok itu lebih memilih untuk menatap lapangan yang pagi itu masih tampak kosong.
“Ish lo beneran budeg ya? Seriusan? Atau lo juga gagu, aish Dilan!” cewek bernama Kania itu menggerutu hampir putus asa karena tak kunjung mendapatkan respon dari Dilan. Benar-benar menyebalkan. Gadis itupun menghembuskan nafasnya pelan sebelum akhirnya berucap, “Kaisar lo enggak beneran budeg-kan?” tanyanya penuh penekanan saat menyebutkan nama Kaisar, sebuah dengusan langsung keluar dari mulutnya saat melihat senyuman manis terbit di wajah cowok yang sejak tadi di kejarnya itu.
“Gue enggak budeg apalagi gagu, gue cuma Kaisar bukan Dilan, jadi don’t call me Dilan again, okey?” ucapnya sambil menatap Kania lekat.
Shit! Kania mengumpat dalam hatinya. Dasar Dilan! Eh dasar Kaisar! Dasar Kaisar Dilano, apa salahnya dengan nama Dilan? Toh gara-gara novel Dilan yang sekarang sedang popular, sekarang nama panggilannya yang dulunya Kaisar beralih menjadi Dilan. Jadi dia tidak salahkan? Toh dia hanya mengikuti apa yang sedang terjadi.
***
Baru spoiler hihi

#30DWC Jilid 3 hari ke 6

Senin, 05 Desember 2016

Pluviophile: Kamu yang Mencintai Hujan


Hasil gambar untuk pluviophile

Pluviophile:Kamu yang Mencintai Hujan

            Pluviophile, ada yang pernah denger kata itu? Mungkin untuk yang baru pertama kali denger kata ini terdengar aneh ya, semacam kaya berhubungan dengan penyakit kejiwaan yang menyeramkan, tapi eits jangan salah Pluviophile sama sekali enggak ada sangkut pautnya yah dengan pedofil. Sama sekali enggak ada. Makanya jangan sampe salah baca kan bisa bikin salah paham, padahal Pluviophile sama sekali enggak seaneh dan semenyeramkan itu.
            Jadi setelah kemarin tahu kalau aroma yang turun saat hujan punya nama Petrichor, ternyata ada istilah lain juga loh tentang hujan. Yups, Pluviophile alias si pecinta hujan. Mungkin kamu-kamu yang suka sama petrichor bisa di sebut seorang Pluviophile. Pluviophile sendiri artinya A Lover of Rain: someone who finds joy and piece of mind during rainy days. Jadi Pluviophile itu pecinta hujan seseorang yang menemukan kedamaian dan ketenangan batin saat hujan turun. Sederhananya sih kamu-kamu yang seneng dan ngerasa nyaman waktu hujan turun, like kodok atau kecebong ya hihi.
            Di penghujung tahun seperti ini tuh, sudah enggak heran kalau hujan seringkali turun membasahi bumu, dan ya, buat aku itu cukup menyenangkan. Entah aku bisa disebut Pluviophile atau enggak tapi yang jelas aku suka hujan. Entahlah, buat aku kadangkala hujan itu kaya waktunya buat Me Time. Waktunya buat berlama-lama bergelung di selimut. Haha. Itu salah satunya sih karena padahal banyak banget loh me time yang bisa dilakuin pas hujan turun. Misalnya cuma duduk depan jendela natapin hujan sambil dengan iseng ngitungin rintikannya yang sama sekali enggak terhitung lebih tepatnya sih enggak ada kerjaan, atau bisa juga duduk di depan jendela ditemani laptop, musik-musik mellow, dan segelas coklat hangat dikala hujan, percaya deh hal itu bisa banget nimbulin banyak inspirasi dan bikin jari-jari mulai menari diatas keyboard, karena sadar enggak sadar hujan tuh bisa banget bikin yang namanya flashback. Uh, kadang yang ini menyebalkan sih, karena demi apa kenangan-kenangan seringkali menguap di pikiran gitu aja waktu hujan. Enak sih kalau kenangan manis, tapi kenangan buruknya itu loh yang bikin enggak enak, atau kenangan manis bareng sang mantan. Hoho bisa-bisa di bikin gagal move on ya cuma gara-gara hujan. And then kalau pun emang lagi males buat nulis, laptop bisa di ganti dengan sebuah novel romance yang pas banget tuh kalau di baca pas hujan, entahlah suasananya mendukung aja gitu. Selain itu lebih menyenangkan lagi kalau ditemani sama semangkok baso atau mie ayam, atau bahkan segelas teh manis dan pisang goreng, yakin deh hujan makin tambah menyenangkan. Hal lain lagi nih yang biasa aku lakuin pas hujan itu nonton drama Korea yang buat pecinta drakor tahu sendirilah gimana romantisnya drama-drama Korea, btw kalau hujannya disertai gludug dan petir yang menyambar-nyambar mendingan gak usah lah yah, masih sayang laptop atau TV-nya kan, atau jangan-jangan masih sayang doi? Wkwk. Selain itu me time waktu hujan juga bisa aja cuma dinikmati dengan ngehayal-hayalin hal-hal manis tentang kehidupan kita, tentang pasangan hidup kelak dan hal manis lainnya, yang kalau kata sepupu-ku yang nyebelin sih namanya ngayal-ngayal babu. Hufft! Tapi serius deh, hujan waktu yang enak banget buat ngayal iyah enggak sih?
            Selain buat me time, aku sendiri suka hujan karena ya hujan bikin sensasi sendiri. Entah karena petrichor yang aromanya amat menenangkan dan bikin damai, yang sayangnya enggak ada tuh parfum yang kaya petrichor, seandainya aja ada bisa banget bikin suasana nyaman sepanjang masa. Terus rintikan hujan yang seirama, dengerin deh itu tuh kayak musik alami ciptaan Tuhan yang enggak kalah dari musik-musik mellow yang ada di playlistmu, bisa banget kok buat jadi soundtrack dari acara ngayal-ngayal babumu. Hihi. Bukan cuma itu hawa dingin yang ditimbulin hujan bisa banget bikin kita mager ngapa-ngapain, apalagi nih kalau hujannya udah awet dari pagi sampe sore atau bahkan malem, pengennya tuh cuma dirumah pake jaket atau selimut yang tebel. Kemudian, terserah mau percaya atau enggak tapi berdiri di bawah rintikan hujan secara langsung tanpa payung juga amat menyenangkan loh, rasanya itu dingin-dingin adem gimana gitu loh. Asyik deh meskipun ya harus rela baju kebasahan, tapi serius loh itu menyenangkan bisa bikin kita berasa kayak anak kecil lagi. Haha. Meskipun aku sendiri enggak se-freak itu yah yang sampe rela-relain main hujan-hujanan pas hujan turun, enggak kok seriusan, kecuali emang kalau udah kepalang basah kehujanan yah mending sekalian, toh ujung-ujungnya basah dan harus mandi juga kan? And then, berdiri di luar teras rumah atau di halte sambil nunggu hujan reda pun udah cukup kok bikin senang, di tambah dengan sesekali ulurin telapak tangan kita kena hujan, makin kerasa deh sensasinya.
            Ya, dibalik segala hal-hal menyenangkan yang bisa dilakuin pas hujan, ada juga sih efek menyebalkan yang di timbulkannya misalnya kaya macet, atau pas buru-buru hujan tiba-tiba turun, bikin mager sekolah, jalanan becek dan lain sebagainya. Itu emang nyebelin banget, tapi serius deh aku enggak pernah ngumpat atau nyalahin hujan, paling ngeluh-ngeluh dikit doang kok, karena biar bagaimanapun hujan salah satu anugerah dari tuhan yang harus kita syukuri.
             Hujan sendiri seperti punya daya magis tersendiri buat beberapa orang, apalagi buat kalian-kalian yang baperan, alias gampang banget terbawa perasaan. Misalnya, yang tadinya lagi galau gara-gara hujan bisa makin galau, yang lagi banyak pikiran mendadak bisa sedikit tenang pikirannya cuma karena hujan, atau kamu yang lagi bahagia bisa aja makin bahagia saat hujan turun. Ya sesimple itu. Karena entah bagaimana hujan seperti punya daya sesuatu yang bisa banget bikin suasana jadi melankolis.
            Intinya sih terlepas dari apapun itu, bagiku hujan lebih banyak menyenangkannya di bandingkan menyebalkan, dan ya maybe, I’m Pluviophile. Aku menyukai saat hujan turun, aku menanti kedatangannya saat kemarau panjang, aku menikmati setiap sensasi yang ada bersamanya, aku senang mencium aroma petrichor yang menguap karenanya, aku menyukai suara rintikan jatuhnya hujan yang bisa menjadi terapi gratis tersendiri, aku dibuatnya merasakan ketenangan dan kenyamanan, ah pokoknya ada begitu banyak hal yang menyenangkan karena hujan. Satu hal yang pasti, aku amat mencintai hujan karena dialah me time-ku
            Kamu menyukai, memuja, atau bahkan mencintai hujan? Maybe you're Pluviophile. A Lover of Rain: someone who finds joy and piece of mind during rainy days.

05 Desember 2016
#30DWC Jilid 3 Hari ke 5

Minggu, 04 Desember 2016

Hujan: Petrichor (Cerpen)



Hujan: Petrichor
            “Petrichor…”
            Krystal yang awalnya sedang asyik menikmati aroma menenangkan yang muncul saat hujan turun, mau tidak mau menolehkan kepalanya ke samping. Memastikan siapa pemilik sumber suara yang baru saja mengusik ketenangannya. Ah tidak, sebenarnya sih tidak mengusik, salahnya sendiri yang menjadikan halte sekolah sebagai tempat untuk menikmati hujan. Hell ya, kalau bukan karena hujan Krystal tak akan terjebak di halte seperti ini.
            “Aroma yang muncul waktu hujan turun namanya petrichor.”
            Krystal lagi-lagi dibuat tersentak saat lelaki jangkung yang berdiri disampingnya kembali berucap, seakan menjawab segala kebingungan yang tadi sempat di rasakan Krystal. Lelaki itu memejamkan matanya, sementara hidungnya mulai menarik nafas dalam, hanya beberapa saat karena setelahnya lelaki itu melepaskannya dengan lega. Hey, ia menoleh dan tersenyum! Menyadari baru saja tertangkap basah telah memperhatikan lelaki asing yang tak dikenalnya itu secara diam-diam, gadis berwajah cantik itu dengan segera mengalihkan pandangannya.
            “Ah, gue baru tahu kalau aroma menenangkan itu punya nama, hmm apa tadi pertichor, or…,” kepalang malu Krystal memilih untuk menanggapi kalimat yang tadi diucapkan lelaki itu. Lrlaki tinggi, berkulit sawo matang, dan tampan, ya dengan rahang tegas dan mata elang serta senyuman manis yang dimilikinya Krystal dapat dengan mudah memasukannya dalam daftar cowok tampan menurutnya.
            “Petrichor, namanya Petrichor,” lelaki tadi mengulang kalimatnya dengan penekanan namun tetap tersenyum.
            “Okey, Pet-ri-chor,” Krystal mengeja kata tersebut membuat lelaki disebelahnya itu tanpa sadar tertawa kecil, and hey itu…manis! “Hmm, gimana bisa di kasih nama kaya gitu? Nama yang aneh,” sambung Krystal mencoba mengacuhkan tawa renyah yang mulai membuat jantungnya berdetak tak biasa.
            “Hmm, gimana yah?” lelaki itu tampak berpikir, pandangannya bergerak kesana kemari. “Disebelah ada café, kita bisa kesana kalau lo mau denger penjelasan tentang hujan dan petrichornya,” sambungnya dengan santai, namun tetap saja berhasil membuat pandangan selidik Krystal menatap ke arahnya. “Jangan tatap gue kayak gitu, gue enggak ada tampang penjahat, kalau tampang kelewat ganteng iyah!” tandas lelaki tersebut penuh canda namun dengan tampang serius.
            Krystal tertawa dibuatnya, “narsis!” tukasnya. Dengan wajah cantik yang dimilikinya Krystal sudah sering menerima percobaan pedekate dari banyak lelaki yang ingin mengenalnya, tapi entahlah ia tak melihat ada tanda-tanda modus dari lelaki di depannya ini. Jadi, bisakan Krystal mempercayainya?
            “Jadi gimana? Selagi nunggu hujan reda dan jemputan lo mungkin,” ucap lelaki itu lagi.
            “Memang lo enggak keberatan harus ngejelasin petrichor itu?” tanya Krystal.
            Lelaki itu menggelengkan kepalanya, “kenapa harus keberatan kalau kita ngomongin hal yang kita suka? Hmm?”
            “Okey kalau gitu….” Krystal menggantung kalimatnya tak tahu harus memanggil lelaki di depannya itu dengan nama apa.
            “Kaisar, panggil gue Kai,” seakan mengerti lelaki itu mengulurkan tangannya.
            Krystal membalas uluran tangannya, “Krystal.”
            Seperti hujan, begitu;lah Krystal menerimanya. Meskipun ia tidak tahu kedepannya entah badai atau pelangi yang akan ia terima.
***
            Petrichor adalah salah satu bau alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering. Pada tahun 1964, saintis Australia, Isabel Joy Bear dan R..G. Thomas melakukan penelitian mengenai aroma hujan dan mempublikasikannya pada jurnal Nature, “Nature Of AgrillaceousOdor.” Isabel dan Thomas menciptakan istilah Petrichor (Yunani, Petra: batu, ichor: darah para dewa) untuk menjelaskan fenomena tersebut.
            Petrichor sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal. Namun yang paling berkontribusi terhadap munculnya petrichor ada dua hal, pertama minyak yang menguap dari tumbuhan. Tumbuhan mengeluarkan sejenis minyak yang mudah menguap yang kemudian terkumpul diberbagai permukaan, seperti misalnya bebatuan. Minyak tersebut bereaksi dengan tetesan air hujan dan dilepaskan sebagai gas ke udara. Kedua, geosmin yang dilepaskan oleh mikroba. Geosmin adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh beberapa mikroba yang hidup di tanah, air tawar, dan air laut, seperti cyanobacteria dan actinobacteria. Geosmin dilepaskan ketika mikroba mati dan saat terkena terpaan air hujan, geosmin terangkat ke udara dan terciptalah aerosol partikel geosmin dalam udara. Geosmin juga penyebab mengapa ikan air tawar suka berbau tanah.

            Begitulah kira-kira apa yang dapat Krystal tangkap dari pembicaraannya dengan lelaki bernama Kaisar selama hampir satu jam itu. Selain itu Krystal juga jadi tahu kalau lelaki di depannya ini mudah sekali tersenyum namun mudah sekali mengembalikan ekspresi seriusnya, menyukai cappuccino, dan amat sangat menyukai hujan.
            “Jadi udah paham kan kenapa di sebut Patrichor?” tanya Kaisar sambil menyesap cappuccino untuk kesekian kalinya.
            Krystal mengalihkan pandangannya dari kaca, menganggukan kepalanya dan tersenyum. “Makasih banyak lo pantes jadi guru, bisa banget bikin gue paham,” cetus Krystal diiringi tawa Kaisar.
            “Thanks loh, udah mau jadi murid pertama Bapak!” balas Kaisar. Krystal tertawa. Lihat mereka bisa tertawa akrab di pertemuan pertama.
            “Btw hujannya udah agak reda yah,” gumam Krystal sambil kembali menatap hujan yang sudah tak sederas sebelumnya, hanya menyisakan rintik-tintik kecilnya yang memantul pada kaca, langit yang tadinya gelap pun berangsur-angsur menerang.
            “Jadi mau balik sekarang?” tanya Kaisar menegakan posisi duduknya.
            Krystal mengecek handphonenya, lalu menganggukan kepalanya, “ya jemputan gue sebentar lagi datang,” ucapnya.
            “Hell ya, jadi udah punya monyet ya mbak?” cibir Kaisar.
            Krystal melotot lalu mencebik, “bukan monyet, tapi gorilla!” ralatnya membenarkan.
            “Uhh… serem,” ucap Kaisar berpura-pura memasang wajah bergidik ngerinya. Krystal hanya tertawa melihatnya.
            “Ngomong-ngomong, lo masih sekolahkan? Kayaknya lo bukan anak sekolah gue, atau jangan-jangan lo udah kuliah?” tanya Krystal dia baru sadar kalau ternyata Kai tidak mengenakan seragam putih abu-abu sepertinya, cowok itu tampak santai dengan celana jeans dan kaos yang disembunyikan dibalik jaket yang di pakainya.
            “Kepo lo!” cetus Kai. Krystal mendesis kesal dibuatnya. “Udah yuk, takutnya gorilla lo keburu datang,” seru Kaisar. Krystal hanya mengangguk. Seperti kesepakatan sebelumnya cowok itu berbaik hati mau membayari makanannya siang itu, meskipun tidak enak mau bagaimana lagi Kai sendiri yang memaksa.
            Setelah selesai membayar keduanya pun berjalan beriringan keluar dari café. Tak butuh waktu lama mobil jemputan Krystal pun datang.
            “Makasih buat hari ini, makasih buat penjelasan tentang ptrichornya, itu bikin gue makin suka hujan,” ucapnya. Kaisar tersenyum.
            “Ya, makasih juga udah jadi temen ngobrol yang menyenangkan,” balas Kaisar.
            “Okey kalau gitu, gue balik dulu yah,” pamit Krystal, etnah mengapa ia sedikit merasa enggan untuk pergi, ia masih ingin menikmati hujan dan petrichornya bersama Kaisar. Namun panggilan dari dalam mobil membuatnya mau tak mau harus beranjak.
            “Cepet sana, gorilla lo udah ngamuk tuh!” seru Kai dengan suara pelannya yang lebih terdengar seperti bisikan. Krystal lagi-lagi tertawa, buru-buru ia berjalan dan segera masuk kedalam mobilnya. Sekali lagi ia tersenyum dan membalas lambaian tangan Kaisar, sebelum akhirnya mobil itu perlahan tapi pasti membawanya menjauh.

***
            Sejak masuk ke dalam mobil senyuman manis tak henti-hentinya mengembang dari bibir Krystal. Entahlah pertemuannya dengan Kaisar dan pembahasannya tentang hujan sungguh terasa menyenangkan. Di pertemuan mereka, Krystal lebih merasa sedang berbicara dengan seseorang yang yang telah lama tak dijumpainya, namun sudah lama dikenalnya, yang jelas mereka dapat berbicara dengan mudah. Mata elangnya, tatapan lembutnya, dan senyuman manisnya, ah itu semua seperti hujan yang selalu disukainya, seperti petrochor yang menenangkan. Shit! Krystal memukul kepalanya pelan. Sepertinya ia mulai gila.
            “Jadi gimana main hujan-hujanannya?” Krystal tersentak waktu mendengar suara gorilla- ah tidak maksudnya Ayah-nya yang sejak tadi fokus menyetir.
            “Hmm?’ tanya Krystal tak mengerti.
            “Dasar yah kalian ini, dari dulu suka banget main hujan-hujanan, awas aja kalau kamu sakit Ayah marahin deh Ical,” ucap sang Ayah. Krystal semakin dibuatnya bingung.
            “Ayah ngomongin apa sih? Siapa juga yang main hujan-hujanan, dan siapa tadi… Ical? Siapa coba?” Krystal mengajukan pertanyaan-pertanyaannya berturut-turut membuat Ayahnya tertawa.
            “Kamu yang kenapa, pake nanya Ical siapa lagi lah sahabat kamu waktu kecil, cowok yang tadi disebelah kamu, enggak usah mulai bohong, Ayah tahu kok kamu sama Ical!” jelas sanga Ayah.
            Krystal terpaku dibuatnya. “Maksud Ayah Kaisar?”
            Ayah mengangguk.
            Shit! Pantas saja ia bisa dengan mudah mengobrol dengan lelaki itu, pantas saja lelaki itu datang tiba-tiba dan membicarakan petrichor, pantas saja Krystal dibuatnya nyaman, ternyata….
            Ditengah segala hipotesis dan keterkejutan yang dirasakan Krystal tiba-tiba saja sebuat pesan masuk ke ponselnya.
           
From   : 0821 2121 XXX
Krystal, lo enggak berubah masih kaya hujan yang selalu menyenangkan, dan seperti petrichor yang bikin nyaman. Sialnya gue cuma kaya minyak dari tumbuhan atau geosmin yang menguap, poor me! Gimana bisa lo enggak inget gue?
Btw, gorilla lo baik dia udah ngijinin monyetnya main sama gue!
Its me Kaisar, Ical

            Krystal tersenyum membaca pesan singkat yang diterimanya itu, ternyata benar kata Ayah-nya kalau Kaisar adalah Ical. Hmm kalau diingat-ingat sih memang ada kemiripan antara Kaisar dan Ical dulu, tapi hey jangan salahkan Krystal yang tak mengingatknya, mereka sudah tak bertemu hampir sepuluh tahun, jadi wajar kan?

From   : Krystal
Maaf banget, serius gue enggak tahu kalau itu lo. Btw, gue happy banget bisa ketemu lo lagi, I miss you so bad! Lo itu bukan minyak tumbuhan ataupun geosmin lo itu lebih kaya badai yang menghanyutkan atau pelangi indah yang ada setelah hujan turun, setelah penantian panjang. Paham kan maksud gue?
And then fuck you for call me monyet? Uh! Dasar monkey!

            Krystal lagi-lagi tersenyum setelah mengirimkan pesan tersebut. Hujan kali ini sungguh menyenangkan, entah karena rintikannya, karena petrichornya, karena hawa dinginnya, atau mungkin karena Kaisar? Entahlah, yang jelas terima kasih hujan.

END
 04 Desember 2016
#30DWC Jilid ke-3 hari ke-4

Review Drama: The Item, Drama Supranatural yang Bikin Mikir Keras!

Anyeonghaseyo yeorobun! Kali ini aku mau ngereview salah satu drama Korea yang baru aja selesai aku tonton. Btw drama ini baru aja tamat mi...